Review : Jam Tangan Tudor Black Bay P01

Kembali ke tahun 1967, dimana saat Tudor menjadi penyuplai arloji untuk pasukan U.S. Navy. Pada saat itu Tudor mengembangkan sebuah purwarupa jam tangan penyelam taktikal, sesuai dengan spesifikasi yg ditetapkan oleh pemerintahan Amerika , untuk menggantikan model standar dari Oyster Prince Submariner Ref. 7928. Arloji purwarupa yg diberi nama sandi “Commando” tidak pernah mencapai bentuk akhirnya, selagi US Navy memutuskan untuk mengadopsi Tudor Ref. 7016 sebagai pengganti model Prince yg sudah tidak lagi diproduksi. Setelah menggali kembali arsip arsip Tudor selama puluhan tahun, desain dari modelpurwarupa tersebut kini menginspirasi mereka untuk membuat Jam Tangan Tudor Black Bay P01 yg merupakan salah satu model arloji mewah yg paling dibicarakan di pameran Baselworld tahun 2019 ini.

Tudor Black Bay P01 (insial dari kepanjangan “Prototype 1”) mengusung banyak aspek yg tidak lazim dari model “Commando” mula mula, yg mana membawa persilangan desain antara sebuah jam penyelam dan jam pelayaran , yg paling mencolok adalah posisi kepala crown yg ditempatkan di posisi jam 4 pada sasis berdiameter 42mm dan ujung sambungan tali yg diberi sentuhan matte dengan sistem bezel putar pengunci yg pernah diajukan hak patennya pada tahun 1968. Versi pendahulu dari jam tangan ini sebenarnya dirancang dengan bezel yg dapat dilepas supaya pemakainya dapat lebih mudah membersihkan jam tangan mereka , sedangkan versi modern memanfaatkan sebuah sistem pengunci untuk bezel putar dua arah dengan skala waktu penyelaman lewat sebuah sambungan di posisi jam 12.

Arloji yg memang terlihat unik dan gagah , tetap dapat dikenali sebagai sebuah Tudor Black Bay. Dial kubah hitam matte diisi dengan jarum “Snowflake” yg sudah menjadi ciri khas dari jam tangan diver buatan Tudor sejak tahun 1969 , bersama dengan marka penunjuk waktu dari bahan luminous yg menyala dalam kondisi gelap untuk daya baca yg maksimal pada saat dipakai menyelam. Sasis arloji ini memiliki tingkat ketahanan bawah air tertaraf militer sedalam 200 meter.

Didalamnya , mesin mekanikal otomatis Kaliber MT5612 buatan Tudor berdetak pada kecepatan frekuensi 28,800 vph atau 4 Hz, menggerakkan 3 jarum penunjuk waktu dan mekanisme penanggalan yg terletak di posisi jam 3. Ini adalah sebuah variasi dari mesin Kaliber MT5621 buatan Tudor , menyediakan daya cadangan operasi selama 70 jam dan diregulasi oleh sebuah osilator dengan inersia variabel dan sebuah per penyeimbang berbahan silikon yg ditopang oleh sebuah lintasan penghubung. Kaliber MT5612 (“MT” singkatan dari “Manufacture Tudor” juga telah memperoleh sertifikasi chronometer dari Swiss Official Chronometer Testing Institute atau disingkat COSC).

Jam Tangan Tudor Black Bay P01 terpasang ke pergelangan pemakainya lewat sebuah tali jam “hybrid” yg dikembangkan secara khusus dengan bahan dasar karet dan bahan kulit dipermukaannya, terhubung oleh sambungan baja bertekstur sikat satin yg sama dengan desain purwarupa awalnya. Jam tangan mewah ini direncanakan akan mulai tersedia pada awal bulan Juli 2019 dengan harga bandrol $3,950 setara dengan Rp 56.000.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *