Review Jam Tangan Jaeger-LeCoultre Master Grande Tradition Gyrotourbillon Westminster Perpetuel

Menjelang pameran SIHH minggu ini, kita akan mengulas Review Jam Tangan Jaeger-LeCoultre Master Grande Tradition Gyrotourbillon Westminster Perpetuel , salah satu arloji yg tidak diragukan lagi akan menjadi bintang tahun ini.

Model arloji Jaeger-LeCoultre yg baru ini memiliki sasis berukuran diameter 43-mm yg terbuat dari bahan emas putih, dengan dial enamel guilloche biru yg terbatas hanya sebanyak 18 buah dan dibekali mekanisme tourbillon multi axis dengan gaya konstan atau constant-force, sebuah fitur lonceng Westminster dan kalender abadi. Jaeger-LeCoultre mulai membuat arloji dengan Gyrotourbillon multi axis pada tahun 2004, dan pada model Reverso Tribute Gyrotourbillon. Kerangka rotasi tourbillon bi-axial yg baru lebih tipis dibanding model model sebelumnya dan berkontribusi pada dimensi keseluruhan yg turut mengecil. Regulator tourbillon jenis ini membutuhkan banyak energi untuk menjaga performa kronometriknya, dan ini disuplai oleh mekanisme gaya konstan atau constant-force yg baru (dikenal sebagai remontoir d’egalite dalam ilmu horologi klasik) yg terdiri dari sebuah per, secara periodis digerakkan oleh per utama, yg juga meregulasi gerakan dari roda gigi menit, menghasilkan kinerja jarum menit lompat yg sangat presisi.

Belum berhenti sampai disana, jam tangan ini juga merumahkan sebuah mekanisme pengulang menit atau minute repeater Westminster carillon atau singkatnya sebuah lonceng, dinamai sesuai dengan bunyi dari menara jam Big Ben clock yg ada di Palace of Westminster kota London. Mekanisme ini menggunakan 4 set gong dan palu pemukul untuk membunyikannya setiap seperempat jam. Jam tangan dengan mekanisme gong merupakan disiplin ilmu yg sangat jarang dimiliki oleh pembuat jam namun aeger-LeCoultre berhasil meningkatkan pencapaiannya. Para pembuat arloji dari JLC menyertakan sebuah perangkat peredam sunyi yg menjamin tidak ada waktu delay antara bunyi satu dengan yg berikutnya. Suara dari lonceng yg terdengar halus dan harmonis , dicapai JLC dengan penggunaan gong kristal paten yg teroptimasi secara akustik, yg disatukan dibawah kristal dari dial, dan palu pemukul trebuchet terartikulasi menyediakan suara yg jelas dan jernih. Keduanya adalah inovasi perdana dari Jaeger-LeCoultre tahun ini, selagi gong berbentuk kotak yg saling melintas menyediakan ruang kontak yg lebih besar ketimbang bentuk bulat yg lebih umum dipakai, menambahkan elemen lain kedalam kejernihan suara lonceng.

Komplikasi tingkat tinggi lainnya yg ditambahkan kedalam mesin mekanikal putaran manual Kaliber 184 adalah fungsi kalender abadi berjenis pointer date atau penunjuk tanggal yg dapat diatur maju atau mundur tanpa merusak mekanisme. Keindahan gyrotourbillon juga mengambil peran kedalam desain dari fungsi kalender , penunjuk tanggal akan meloncat dari lubang bukaan tourbillon dari tanggal 16 sampai 17 agar tidak menghalangi tampilan. Tentunya,  Jaeger-LeCoultre juga sangat memperhatikan detail estetika dari semua elemen, mulai dari bagian sasis hingga mesin. Fungsi minute repeater teraktivasi oleh sebuah tombol penekan bulat yg halus ketimbang memakai tombol geser tradisional, muka dial disentuh dengan goresan tangan guilloche, tekstur enamel grand feu yg merupakan keahlian dari JLC Metiers Rares.

Demikian rangkuman dari Review Jam Tangan Jaeger-LeCoultre Master Grande Tradition Gyrotourbillon Westminster Perpetuel. Sampai artikel ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai harga yg ditawarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *