Jam Tangan Urwerk UR-210 Black Platinum

Ketika satu pabrikan memanfaatkan sebuah sasis berlapis bahan PVD hitam, biasanya mereka memakai material dasar baja atau bahkan titanium. Namun Urwerk berhasil mengembangkan sasis jam paling rumit di dunia yg sebelumnya belum pernah ada. Tampil sebagai tajuk utama di pameran SIHH 2018 , mari kita review Jam Tangan Urwerk UR-210 Black Platinum.

Sebuah arloji platinum berlapis PVD hitam adalah sesuatu yg sangat langka didalam industri arloji mewah dan bahkan belum pernah ada sebelumnya , membuat Platinum hitam ini semakin eksklusif dan mewah dibanding dengan model lainnya yg ada didalam baris produk UR-210. Sasis berukuran 53.6 mm x 43.8 mm cukup berbobot dan dihiasi oleh tema estetika warna hitam dengan aksen merah yg menarik, namun hal yg lebih mengejutkan terletak didalam sasis dan dibawah penutup sasis belakang yg terbuat dari kaca kristal safirnya. Model UR-210 Black Platinum mengkombinasikan tampilan penunjukan waktu bergaya revolusi satellit emblematik yg menjadi ciri khas dari setiap koleksi UR-210 dengan sebuah perangkat flyback menit yg tidak konvensional.

Jarum menit 3 dimensi berperan sebagai sebuah mekanisme perputaran berteknologi tinggi yg membawa indikator jam dan berjalan di sepanjang jalurm menit. Ketika sudah mencapai ujung menit ke 60, fungsi flyback melompat dengan cepat kurang dari sepersepuluh detik dan kembali ke posisi nol untuk memulai jam berikutnya, yg diindikasikan oleh salah satu jarum satelit yg berputar.

Bagian inti dari sistem ini adalah sebuah hub sentral yg berputar pada sebuah dudukan putar yg terbuat dari batu permata rubi , menjamin kestabilan dari mekanisme. Memanfaatkan sebuah per silindris yg dipakai oleh chronometer pelayaran bersama tuas putar untuk mengakomodasi penyaluran daya untuk aksi retrograde. Jarum menit memiliki dimensi yg tidak umum, dibuat pada ukuran pecahan perseratus milimeter dan mempunyai dimensi panjang 22.29 mm , lebar 8.03 mm dan tinggi 7.3 mm serta bobot hanya 0.302 gram. Bagian utama dari jarum terbuat dari aluminum, sementara diujung yg satunya terbuat dari kuningan. Sebuah cam koaksial ganda berbentuk bintang bertugas menggerakkan aksi retrograde , bergerak dan berputar pada rotasinya dalam menunjukkan arah dari jarum menit.

Bagian sasis diukir dengan pola radiasi “gelombang kejut” yg disebut oleh salah satu pendiri dan desainer Urwerk Martin Frei sebagai sebuah visual pelengkap untuk rotasi jarum jam satelit dan jarum menit flyback.

Pada posisi jam 1 ,terletak sebuah indikator status daya cadangan tradisional , mesin didalamnya mampu menampung daya cadangan selama 39 jam dalam sebuah barel daya utama. Sementara diposisi jam 11 , sebuah indikator yg sama menampilkan efisiensi pemutaran daya pada dua jam terakhir. Ini adalah perangkat kalkulasi aliran daya yg pertama didunia pembuatan arloji, ditentukan oleh rasio antara energi yg dihasilkan dan energi yg terpakai. Berbeda dengan indikator tenaga putaran, perangkat ini tidak tergantung pada tingkat tensi dari barel per utama. Ini memungkinkan pemakainya untuk menyesuaikan nilai pemutaran dari bagian sasis belakang dan merupakan salah satu ciri khas dari jam tangan buatan Urwerk.

Jam Tangan Urwerk UR-210 Black Platinum whanya akan diproduksi sebanyak 25 buah dan ditawarkan pada harga CHF 155,000 atau setara dengan IDR 2,325,000,000 ( Rp 2,3 Milyar ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *