Jam Tangan Seiko Presage Urushi Byakudan-nuri SPB085

Sejak peluncurannya di tahun 2016, koleksi arloji Seiko Presage tidak pernah berhenti mengundang decak kagum. Diawali model chronograph edisi terbatas dengan dial enamel atau dial Urushi yg di pernis oleh tangan , dan lalu dilanjutkan oleh produksi model regular dengan dial enamel atau inspirasi “cocktail” yg bergaya funky, serta edisi terbatas lainnya seperti Shippo. Dalam jangka dua tahun Seiko berhasil membuat koleksi Presage semenarik baris produk Prospex. Melanjutkan trend ini, kali ini Seiko meluncurkan model Jam Tangan Seiko Presage Urushi Byakudan-nuri SPB085 edisi terbatas , dan sekali lagi menawarkan seni Urushi tradisional buatan tangan pada titik harga yg sangat menarik.

Konsep dari koleksi Seiko Presage sangat jelas sejak tahun 2016 dimana Seiko memutuskan untuk meluncurkan koleksi ini ke sluruh penjuru dunia yg sebelumnya hanya tersedia eksklusif untuk pasar domestik Jepang. Namun , sejak peluncurannya , tujuan Seiko sangat jelas yakni bersaing dengan industri seni pembuatan jam tangan Swiss, tidak hanya dari segi gaya namun juga kemampuan penukangan. Dan inilah dimana Seiko membuat perbedaan , seperti yg kita tahu bahwa Seiko mampu untuk membuat mesin jam mekanikal yg indah pada titik harga yg terjangkau. Dengan koleksi Presage, mereka memanfaatakan konsep yg sama pada bagian dial yakni teknik enamel tradisional dengan pernis Urushi atau guratan pola guilloche dengan enamel bening.

Menu utama yg disajikan model yg baru ini adalah bagian dialnya. Bagi sebagian dari kalian mungkin sudah bukan hal yg baru ,sejak sebelumnya Seiko sudah membuat 2 model yg tampilannya mirip yakni model dengan dial enamel putih dan dial enamel biru Shippo. Tidak ada yg baru dari bagian mekanik atau sasisnya. Yg baru adalah pengaplikasian dial Urushi dan tidak hanya Urushi pernis satu warna, namun 3 warna yg diciptakan dengan 3 teknik berbeda yakni Urushi, Byakudan-nuri dan Maki-e.

Dial dari Seiko Presage Urushi Byakudan-nuri mewakili kekayaan warna dari langit dan bulan sebelum fajar terdiri dari tema nuansa langit yg gelap, aksen merah ketika matahari mulai terbit dan nuansa emas dari bulan. Untuk mencapai ketiga warna ini, dibutuhkan tiga metode yg berbeda, dikerjakan di studio master ahli seni Urushi , Isshu Tamura.

Sementara dial Urushi normal sudah ada pada model Seiko Presage SRQ021 (jam tangan chronograph edisi ulang tahun ke 60 di tahun 2016), model Seiko Presage SPB085 yg baru mengusung konsep yg lebih jauh dengan tiga teknik yg berbeda. Langkah pertama, bagian dasar dial dibuat dengan teknik Urushi tradisional dalam warna hitam pekat yg diwarnai oleh tangan, dikeringkan dan lalu dipoles. Proses ini terus diulang sampai mencapai warna hitam yg murni dan halus. Hasil akhirnya adalah dial hitam yg sangat dalam dan hampir tanpa pantulan refleksi.

Langkah kedua adalah pengaplikasian seni pernis Byakudan-nuri. Menggunakan sebuah lapisan Urushi sebagai pengikat, subdial lalu ditaburi dengan lapisan bubuk metalik. Keseluruhan dial lalu kembali diwarnai berkali kali dengan pernis Urushi semi transparan kemerahan dan lalu setiap lapisnya dikeringkan dan dipoles sebanyak yg dibutuhkan. Hasil akhirnya adalah warna merah mendalam yg berubah ubah sesuai dengan kondisi cahaya , mulai dari merah burgundy sampai merah darah dengan pantulan warna jingga.

Langkah terakhir adalah pembuatan indikator status daya cadangan yg merujuk pada bentuk bulan melalui teknik Maki-e. Bentuk bulan sabit pertama di lapisi oleh pernis Urushi yg berperan sebagai adhesif untuk bubuk berwarna keperakan yg diaplikasikan keatasnya. Ketika bubuk ini ditaburkan ke atas dial, tukang lalu pelan pelan memukulnya untuk meratakan sebaran bubuk keseluruh permukaan dan lalu memakai bahan khusus untuk menyempurnakan permukaannya. Hasil akhirnya adalah sebuah indikator yg tidak hanya mewakili bentuk bulan sabit namun juga memiliki efek sinar rembulan itu sendiri, tekstur bintik dan kontras dengan langit malam.

Proses yg rumit ini , yg mana membutuhkan waktu pengerjaan berminggu minggu, menghasilkan sebuah dial yg kaya, mewah dan unik. Tidak ada jam tangan yg seperti ini di industri arloji pada saat ini. Perhatian terhadap detail sangat mengesankan, khususnya bila mengingat harga jual yg ditawarkan model ini.

Sasis model ini sama dengan model edisi Presage lainnya yakni berukuran 40.5mm dan tebal 12.8mm yg dibangun dari material baja antikarat dengan sentuhan poles dan satin dibagian permukaannya serta sebuah cincin bezel yg tipis agar pemakainya dpaat lebih memfokuskan pandangannya pada dial.

Melengkapi dial yg dipernis oleh tangan secara manual tersebut, permukaan dial lalu dicetak dengan penomoran Romawi dan tulisan yg identik dengan model Seiko Presage lainnya , dan jarum berbentuk daun yg diwarnai oleh tangan untuk penunjuk jam dan menit. Sebuah detail yg cantik adalah bulan keemasan disalah satu ujung jarum detik juga dapat kita temukan pada model Blue Enamel SPB069 yg sebelumnya. Tampilan Seiko Presage Urushi Byakudan-nuri SPB085 agak sedikit lebih rumit dari model model sebelumnya yg umumnya hanya menyediakan jarum jam,menit dan detik sentral, indikator status daya cadangan dan penanggalan yg ditunjukkan oleh jarum ( pointer date ), Seiko kali ini menambahkan indikator hari di posisi jam 3.

Yg menggerakkan Seiko Presage SPB085 adalah mesin yg sama dengan model lainnya yg ada didalam baris koleksi produk Seiko Presage , yakni mesin mekanikal otomatis Seiko Kaliber 6R21. Berbagi spesifikasi yg sama dengan mesin 6Rxx lainnya , berdetak pada frekuensi 4Hz dengan penyimpanan daya cadangan selama 45 jam. Mesin otomatis ini sangat mumpuni dengan konstruksi yg handal. Didekorasi dengan pola garis Geneva pada bagian rotor putar dan pelat penghubung yg diberi sentuhan sikat.

Jam Tangan Seiko Presage Urushi Byakudan-nuri SPB085 hanya akan diproduksi sebanyak 2,000 buah dan dapat kalian pesan lewat kami dengan harga netto Rp 33,860,000. Silahkan menghubungi kontak yg tersedia disitus resmi kami untuk pemesanan ( stok terbatas ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *