Jam Tangan Jaeger LeCoultre Master Ultra Thin Moon Enamel

Pameran SIHH 2019 akan segera digelar dalam satu bulan ke depan. Sebelumnya ,kita sudah mengulas beberapa model jam tangan pra rilis yg menarik, dan kali ini kita akan mereview Jam Tangan Jaeger LeCoultre Master Ultra Thin Moon Enamel dengan nomor referensi Ref. Q13635E1, arloji ini merupakan produk pertama yg diumumkan JLC untuk turut serta didalam pameran.

Tahun lalu JLC lebih berfokus ke baris produk Polaris, koleksi jam tangan sport mewah pertama mereka yg diisi oleh model JLC Polaris Chronograph dan JLC Polaris Memovox. Dengan kukuhnya seri JLC Polaris, kini JLC kembali mengembangkan lini Master Ultra Thin mereka , salah satu koleksi jam tangan Jaeger LeCoultre yg populer dan telah bertahan lebih dari 20 tahun.

Model yg baru ini akan diproduksi dalam jumlah terbatas hanya sebanyak 100 buah dan memiliki ciri khas dibagian dial enamel biru yg didekorasi dengan guratan seni guilloche yg dibuat oleh para tim ahli seni dari JLC sendiri. Untuk mendapatkan tekstur dial ini, guratan guilloche dikerjakan oleh tangan secara manual melalui bantuan mesin sebelum lapisan enamel biru diterapkan. Seni guratan guilloche dan enamel ini bersama sama menciptakan sebuah kombinasi atraktif yg berkilauan saat tersentuh cahaya dan efektif menyempurnakan refleksi dari jarum jam dan menit berbentuk dauphine yg dipoles mengkilap.

Jaeger LeCoultre merancang ulang beberapa fitur dari jam tangan yg baru ini. Marka penunjuk jam kini  memanjang keluar dan terpisah menjadi dua bagian pada posisi jam 12,3,6 dan jam 9. Sebagai tambahannya, tampilan komplikasi fase bulan didesain ulang secara keseluruhan dengan sebuah cakram putih bulat sempurna. Cincin yg mengelilingi fase bulan diisi sebuah skala penanggalan yg diukir.

Sesuai namanya , Master Ultra Thin Moon Enamel sangat tipis dengan dimensi ketebalan keseluruhan hanya 10.04 mm. Sedikit lebih tebal bila dibanding dengan model JLC Master Ultra Thin Moon sebelumnya yakni 9.9 mm dan JLC Master Ultra Thin Perpetual Calendar setebal 9.2 mm, namun lebih tipis dari model Master Ultra Thin Tourbillon yg tebalnya 11.3 mm. Pada tahun 2013 ketika JLC merayakan ulang tahunnya yg ke 180, JLC meluncurkan model Master Ultra-Thin Jubilee edisi khusus yg tebalnya hanya 4.05 mm dan menjadi jam tangan tertipis didunia pada saat itu. Tidak perlu diragukan lagi kalau Jaeger LeCoultre adalah salah satu dari sedikit pembuat arloji mewah yg ahli dalam membuat jam tangan ultra tipis yg sejati.

Didalam sasis emas Jam Tangan Jaeger LeCoultre Master Ultra Thin Moon Enamel yg berukuran 39 mm , tersemat mesin otomatis Kaliber 925/2 yg menyediakan daya cadangan operasi selama 70 jam dan dapat terlihat dari penutup belakang transparan. Jam tangan mewah edisi khusus ini dibandrol dengan harga $35,800 atau sekitar Rp 537.000.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *