Jam Tangan Rolex Cosmograph Daytona

Jam Tangan Rolex Cosmograph Daytona adalah sebuah seri dinamis dari koleksi arloji yg memiliki sejarah mendalam dan popularitas modern. Mulai dari perilisan pertama Oyster Chronograph pada tahun 1955, sebuah pendahulu dari baris Cosmograph lalu ke “pra Daytona” Ref. 6238, sebuah jam tangan yg lebih modern secara karakteristik estetika, sampai ke debut perdana dari jam Rolex “Cosmograph” pertama di tahun 1963, lalu dua tahun berikutnya di 1965 dimana kata “Daytona” mulai dicetak dibagian subdial bawah, lini produk jam tangan ini berubah ubah variasinya dan mengalami peningkatan selama kurun waktu 60 tahun lebih.

Pada waktu itu, seri ini telah berperan untuk menyeimbangkan permintaan akan sebuah arloji sport yg mengginginkan sebuah arloji mewah yg mahal. Mulai dari awal hari harinya di sirkuit balapan Daytona Beach, Florida, dengan mesin putaran manual Valjoux 72, sampai ke versi yg lebih baru dalam balutan sasis emas ditangan para eksekutif atas dengan mesin Zenith El Primero yg dimodifikasi, ini adalah koleksi yg telah terbukti cukup dinamis. Hari ini, Rolex Daytona mendapat tempat khusus di dunis horologi, dihargai oleh para kolektor arloji vintage kuno, dengan kecintaan mereka pada dial eksotis  “Paul Newman” serta beberapa Cosmograph dan pra Daytona awal awal, dan oleh para pemerhati jam tangan modern saat ini yg mencari arloji “puncak teratas” dari Rolex yg legendaris.

Tahun 2016 adalah tahun yg sangat besar bagi Daytona, selagi Rolex merilis model baru di pameran BaselWorld 2016. Jam tangan ini tersedia dalam beberapa pilihan material logam dan variasi dial, kini dikarakteristikan oleh sebuah bezel Cerachrom yg diukir, sebuah bahan spesifik yg dikembangkan oleh Rolex yg mirip dengan bahan keramik , dimaksudkan untuk menggantikan bezel logam yg dipakai sebelumnya.

Secara spesifik berfokus pada varian dengan bahan dasar baja, diameter 40mm belum termasuk kepala crown, digerakkan oleh mesin mekanikal chronograph Kaliber 4130 buatan Rolex. Bagian muka dial berwarna hitam atau putih yg dikelilingi oleh bezel hitam ,diisi oleh 3 buah subdial chronograph hitam atau putih yg merekam pengukuran waktu 12 jam, 30 menit, dan 60 detik. Yg juga terdapat pada bagian dial adalah empat baris deskripsi yg tertulis dibawah logo perusahaan yg merupakan karakteristik Daytona, penerapan marka penanda jam, jarum jarum bergaya baton dan tentunya cetakan ikonik “Daytona” merah diatas subdial bawah. Fitur fitur kunci lainnya adalah kepala crown ulir pengunci dan tombol penekan chronograph, serta tali rantai Rolex Oyster yg terkenal. Jam tangan dijual dengan badrol harga $12,400 atau setara dengan IDR 186,000,000.

Sementara Rolex Cosmograph Daytona telah mengalami perubahan sejak peluncuran perdananya ditahun 1963, namun ia tetap dipengaruhi oleh elemen elemen desain dari pendahulunya. Kepala crown ulir dan penekan chronograph, bersama dengan tali rantai dan sasis oyster, hampir kesemuanya diturunkan langsung dari desain awal ditahun 60an dan 70an. Sementara, karakteristik yg lebih kontemporer seperti ukuran 40-mm, penerapan marka penanda jam, pelindung kepala crown dan mesin otomatis buatan mereka sendiri adalah semua elemen elemen yg lebih terkait dengan Rolex Daytona yg diproduksi diatas tahun 1988.

Jam Tangan Rolex Cosmograph Daytona telah membuktikan dirinya sebagai sebuah arloji yg ikonik dan tak lekang oleh waktu, serta sebagai sebuah arloji yg telah mencapai kemasyhuran yg sangat tinggi karena kelangkaannya yg relatif dan harga yg selangit dari tahun ke tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *