Jam Tangan Pria Seagull 1963

Jam Tangan Pria Seagull 1963 adalah sebuah arloji pilot China bersejarah yg dirilis ulang. Jam tangan ini mendapatkan banyak perhatian dari para pecinta dan kolektor arloji karena simpel, keren dan terjangkau dengan gaya vintage asli yg merujuk kepada sejarah pembuatan arloji non Swiss. Tentunya, jika kalian adalah pecinta jam tangan, kalian mungkin sudah tahu kalau Seagull adalah salah pemain besar dalam industri pembuatan mesin arloji dan jam tangan ( termasuk tourbillon ), namun bisa jadi kalian belum punya satupun. Mesin didalam jam tangan koleksi kalian kemungkinan buatan ETA, Ronda, Miyota atau Seiko. Namun, Seagull atau Tianjin Seagull, adalah salah satu dari ke 4 pabrikan jam tangan yg terbesar didunia saat ini.

Terdapat beberapa merek arloji seperti Android, Stuhrling dan Aeromatic 1912, serta merek merek “homage” yg memakai mesin mekanikal buatan Seagull, karena mesin ini lebih terjangkau dan dapat diakses ketimbang buatan Swiss ,namun kalian akan jarang menemukan jam tangan dengan merek Seagull. Entah karena stigma bahwa jam tangan buatan China dianggap murah dan kurang handal. Kita semua tahu kalau nilai arloji “Swiss Made” sangat berharga sedangkan “made is China”tidak selalu meyakinkan. Namun, Seagull 1963 mematahkan pemikiran kolot tsb dengan menawarkan sebuah arloji yg seksi dan terjangkau, model ini akan mewakili Seagull untuk mendobrak industri.

Apa yg membuat Seagull 1963 begitu menarik? Kita mulai dengan bagian mesin mekanikal chronograph putaran manual dengan roda gigi kolom dengan dukungan 19 atau 21 buah permata rubi yakni ST19, adalah kebangkitan dari mesin jam tangan yg dikembangkan pada tahun 1961 dibawah proyek 304. Proyek 304 adalah pengembangan mesin vhronograph yg dimandatkan oleh negara untuk angkatan udara pembebasan rakyat RRC yg didasari oleh mesin Venus Kaliber 175.

Muka dial dari Seagull 1963 adalah murni, tepat guna dan sangat elegan untuk sebuah jam tangan militer. Marka indeks lingkar luar berwarna hitam dan penomoran yg mengindikasikan kedua penunjuk menit dan detik dalam pecahan seperlima detik. Masuk kedalam, terletak marka penunjuk jam besar berwarna emas yg terdiri dari campuran marka penomoran dan marka berbentuk segitiga. Penggunaan marka penunjuk jam berwarna emas yg dipasang ketimbang dicetak menciptakan indeks yg lebih jelas dan detail estetika yg lebih menarik. Marka segitiga diposisi jam 1, 5, 7 dan 11 meruncing kedalam bagian tengah dari muka dial, memandu mata kalian kearah tulisan dalam karakter China diatas posisi jam 6 dan bintang merah dengan pinggiran emas dibawah posisi jam 12, bersama dengan cetakan “19 ZUAN”. Pada posisi jam 9 , terletak subdial detik berjalandan pada posisi jam 3 terdapat penjumlah 30 menit untuk pencatatan chronograph. Keduanya dilengkapi dengan jarum jarum halus berwarna biru, namun jarum detik dibuat lebih dekoratif dibanding dengan jarum penjumlah menit. Jarum jam dan menit utama dibuat berbentuk kotak memanjang dan diberi warna biru dan dibedakan dari jarum detik chronograph sentral berwarna merah.

Muka dialnya berwarna khaki keperakan. Terlihat agak antik sesuai dengan tema vintage tahun 60an. Setiap elemennya memancar dan bersinar dengan keunikannya tersendiri , terlihat jejak warna emas,biru , perak dan merah disetiap sudutnya. Mesin ST19 nya juga turut diberi dekorasi, yg mana dapat dilihat melalui prnutup sasis belakang transparan. Bagian kaca dirajah dengan tulisan 4 karakter aksara China berwarna merah, sebuah bintang ditengah kotak berbentuk kolom dan angka 1963. Mesin ini sendiri dihiasi dengan beberapa roda gigi emas , batu permata rubi , sekrup biru dan bagian penghubung dengan dekorasi “ garis Seagull”. Dekorasi pada bagian mesin ini mengingatkan kita pada elemen elemen brilian dari sebuah mesin jam tangan mekanikal.

Jam Tangan Pria Seagull 1963 ini sendiri memiliki sasis berukuran diameter sedang yakni 38 mm dengan lebar kuping lug 18 mm, namun tebalnya mendekati 14.5mm. Tersedia dalam beberapa pilihan tema warna dan ditawarkan dengan banrol harga sekitar $389 atau kurang lebih setara dengan Rp 5,600,000an , arloji antik ini mulai jarang ada dipasaran saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *