Jam Tangan Pria Moritz Grossmann Hamatic

Moritz Grossmann hanya membuat jam tangan sebanyak kurang dari 500 buah setiap tahunnya. Sampai sekarang, merek pembuat arloji Jerman ini hanya memiliki beberapa koleksi arloji mekanikal putaran manual. Hal ini berubah dengan diluncurkannya Jam Tangan Pria Moritz Grossmann Hamatic yg merupakan model dengan mesin mekanikal otomatis.

Diperkenalkan sebagai prototipe atau purwarupa di tahun 2018 setelah hampir 3 tahun masuk dalam tahap pengembangan, Hamatic dibekali dengan mesin Kaliber 106.0 baru buatan Moritz Grozmann sendiri yg memanfaatkan sebuah sistem palu ayun pengisi daya yg unik yg eksekusinya mirip dengan jam saku perpetuelle Abraham-Louis Bregeut. Mesin baru ini menggunakan sebuah pemberat bergaya pendulum untuk menyalurkan tenaga lewat gerakan maju mundur yg konsisten seperti pola gerakan jungkat jungkit.

Desain sistem palu pengayun besar berbentuk oval dapat terlihat dari penutup sasis belakang transparan kristal safir, dan hampir menutup keseluruhan bagian dari mesin Kaliber 106.0. Ini mengartikan bahwa titik pusat dari mesin keluar jauh dari sudut putaran ketika dibandingkan dengan rotor putar tradisional yg berputar ditengah tengah sudut sentral. Hasil dari pendekatan desain seperti ini adalah meningkatnya level kekuatan torsi yg lalu menyediakan transfer energi yg lebih onsisten ,bahkan dengan sedikit gerakan saja akan membantu mengencangkan per daya utama. Baik dalam posisi mengayun ke kiri atau ke kanan, badan palu pengayun bersama dengan kepala dan bagian per menyalurkan energi lewat sebuah roda safir ke bagian per daya utama. Ketika terisi penuh , mesin Kaliber 106.0 menyediakan daya cadangan operasi selama 72 jam sementara berdetak pada kecepatan frekuensi 21,600 vph. Konstruksi mesin total terdiri dari 312 bagian komponen.

Untuk mengubah energi menjadi gerakan memutar yg berkelanjutan, osilasi dari badan palu pengayun ditangkap oleh dua buah tuas. Kedua arah putaran dari roda menjamin gerakan putaran yg merata, yg lalu disalurkan ke sebuah roda bebas lewat roda yg lebih kecil dan lalu kebagian roda gigi searah yg ada didalam barel per daya utama. Sistem pemutaran otomatis didukung oleh sebuah pemutar manual yg dirancang dalam bentuk pemutar yoke yg terpasang pada penghubung yg terpisah. Bagian kuk atau yoke ini menjamin pemutar manual selalu terlepas dari roda gigi searah ketika palu pengayun aktif. Dalam modus pemutaran manual, roda gigi kecil terisolasi dari roda gigi searah oleh sebuah penahan. Mesin Kaliber 106.0 juga menyediakan fungsi penghenti detik melalui mekanisme  penyeimbang untuk kepresisian pengaturan waktu.

Dekorasi menjadi tantangan menarik bagi tim R&D Moritz Grossmann selagi mereka tida bisa merencanakan sentuhan akhir lewat program CAD dikarenakan desain mesin yg tidak tipikal, yg artinya dibutuhkan banyak proses percobaan dan error untuk mengeksekusi tampilan final dari Kaliber 106.0. Hasilnya adalah sebuah desain pilar klasik yg terbuat dari bahan perak Jerman dengan sebuah pelat Grossmann yg dihiasi oleh 6 garis Glashutte dan sudut sudut anglage. Mesin pilar telah menjadi sebuah tradisi dalam ilmu pembuatan arloji Jerman dan terdiri dari sebuah pelat utama dan pelat 2/3 yg memungkinkan aksesbilitas yg lebih baik ke berbagai komponen. Karakteristik lainnya dari seni pembuatan jam tangan tradisional Glashutte diwakili oleh kepala pelatuk penyeimbang yg dihiasi ukiran tangan dengan sekrup mikrometer paten dan tiga baris ulir pada bagian roda gigi searah. Sekrup dipanaskan untuk mencapai warna coklat keunguan yg sama seperti jarum jarum jam, sebuah karakteristik unik dari semua arloji buatan Moritz Grossmann. Setiap dari mesin yg dibuat oleh mereka termasuk Kaliber 106.0, dibongkar pasang dua kali untuk memastikan kinerja puncak saat sampai ke tangan pemilik barunya.

Sementara bagian mesin menjadi bahan diskusi utama dari model Hamatic, bagian muka dial tidak kalah menarik. Sebagai jam tangan 3 jarum klasik, Hamatic dirancang dengan semua detail yg memiliki tujuan. Muka dial terbuat dari bahan perak murni dan diberi sentuhan akhir opaline. Penomoran bergaya Romawi yg memanjang dicetak diatas dial sementara sebuah jalur menit bergaya rel kereta mengelilingi lingkar luar dari jam tangan ini. Moritz Grossmann adalah satu satunya merek pembuat arloji Jerman yg membuat jarum jarum penunjuk waktu mereka sendiri sebagai komitmen perhatian mereka terhadap detail. Pada titik yg paling kecil , jarum jarum ini hanya sebesar 0.1 mm, sementara ujung dari jarum detik berukuran tidak lebih dari seperlima ratus milimeter.

Saat ini, ada dua pilihan versi dari Jam Tangan Pria Moritz Grossmann Hamatic yg tersedia yakni sasis berdiameter 41-mm yg terbuat dari bahan dasar emas rose gold atau emas putih platinum. Kedua model tsb dilengkapi dengan tali jam kulit buaya dan dibandrol dnegan harga estimasi EU37,600 atau setara dengan Rp 586,560,000 .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *