Jam Tangan Parmigiani Fleurier Tonda GT

Tonda GT Black

Diantara semua koleksi arloji mereka, model model Parmigiani Tonda paling dikenal akan tampilannya yg elegan nan bersahaja dan lebih condong sebagai “arloji dress ” ketimbang kategori “arloji sport”. Tahun ini, pabrikan yg berbasis di Fleurier ini memperkenalkan sebuah evolusi baru dari koleksi Tonda. Berikut akan kita review Jam Tangan Parmigiani Fleurier Tonda GT yg baru.

Untuk menciptakan tampilan dari Tonda GT dan membedakannya dari keluarganya dan lini produk Parmigiani yg lainnya , untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan bekerja dengan perancang dari luar, Dino Modolo. Hasilnya adalah sebuah estetika baru yg mengikuti prinsip prinsip “rasio emas” yg dianut oleh pendirinya Michel Parmigiani dan banyak mengambil inspirasinya dari sasis model Tonda Chronor tahun 2017 yg memenangkan penghargaan GPHG. Pembaruan yg paling terlihat adalah kuping lugs yg sedikit melengkung ; rantai jam yg dipahat dengan ergonomis dengan sentuhan sikat dan polesan; bezel bergalur mengingatkan kita pada model Parmigiani Toric ; dan motif guilloche “clou triangulaire” yg dirajahkan pada bagian dial, yg juga ada pada dua tali jam karet dari tiga jenis model yg dirilis pada debut perdananya.

Salah satu dari ketiga trio Tonda GT adalah model Tondagraph GT, yg memiliki sasis baja berdeiameter 42-mm dang diisi dengan mesin mekanikal otomatis Kaliber PF043. Walaupun namanya jelas menunjukkan bahwa ini adalah sebuah jam tangan chronograph, arloji ini sebenarnya lebih spesial dari itu, menawarkan kombinasi horologikal yg tak lazim dari sebuah chronograph dan sebuah kalender tahunan. Dial menampilkan waktu lewat jarum jarum berbentuk segitiga Delta dengan lapisan luminous hitam, penanggalan didalam sebuah bukaan jendela besar di posisi jam 12, detik berjalan dan bulan didalam sebuah subdial multifungsi diposisi jam 3, dan penjumlah menit dan jam chronograph masing masingnya diletakkan pada subdial diposisi jam 9 dan jam 6. Indikasi kalender (tanggal dan bulan) diberi warna jingga terang kontras dengan warna latar dial.

Tonda GT Rose Gold Blue

Didalam sasis uatama yg tahan air hingga kedalaman 100 meter dengan kepala crown ulir, mesin dapat terlihat lewat kaca kristal safir dibagian sasis belakang. Menyediakan cadangan daya operasi selama 45 jam, mesin juga diberi dekorasi kelas atas seperti côtes de Genève yg sudah umum diterapkan pada setiap arloji buatan Parmigiani. Tondagraph GT adalah sebuah edisi terbatas yg diproduksi sebanyak 200 buah, dijual dengan bandrol harga eceran $18,500 untuk varian tali jam karet dan $19,500 atau setara Rp 292.500.000 untuk varian tali rantai.

Disamping Tondagraph , ada dua model waktu dan tanggal yakni Tonda GT Black dan Tonda GT Rose Gold Blue, keduanya dengan dial guilloché , detik kecil diposisi jam 6 dan sebuah jendela tampilan tanggal yg besar diposisi jam 12. Sasis dari keduanya sama ukurannya dengan Tondagraph GT yakni 42mm, dan ketahanan bawah air sedalam 100 meter dijamin melalui penerapan kepala crown ulir.

Sasisnya merumahkan mesin mekanikal otomatis Parmigiani Kaliber PF044, yg dihiasi dekorasi yg sama dan tampungan daya cadangan selama 45 jam yg sama dengan PF043. Tonda GT Black dibuat sebanyak 250 buah dan tersedia dalam varian tali rantai dan tali jam karet hitam (  $13,500 and $14,500 masing masingnya); sedangkan Jam Tangan Parmigiani Fleurier Tonda GT varian Tonda GT Rose Gold Blue dilengkapi dengan tali jam karet berwarna biru yg senada dengan dial, dijual dengan harga $24,900, atau dengan opsi tali rantai rose-gold pada harga $49,500. Varian rose-gold hanya dibuat sebanyak 150 buah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *