Jam Tangan FP Journe Tourbillon Souverain Regence Circulaire

Meskipun telah menjadi merek pembuat jam tangan yg mendapat banyak perhatian akhir akhir ini sejak dirikan pada tahun 1999, F.P. Journe dan pendirinya telah menapaki kembali beberapa teknologi , material dan teknik dekorasi dari abad ke 18 yg menjadi era “jaman keemasan dari pengukuran waktu” untuk membuat sebuah arloji modern yg terinspirasi dari kekayaan sejarah horologi dan mengikuti jejak para pendahulunya seperti Abraham-Louis Breguet dan Ferdinand Berthoud. Dengan model edisi khusus terbaru Jam Tangan FP Journe Tourbillon Souverain Regence Circulaire , F.P. Journe membayar tribut bagi para artis pembuat jam abad ke 18 dengan menambahkan dial Regence Circulaire yg dikerjakan oleh tangan.

Geometri dari motif dial adalah ciri khas artistik yg disebut dengan Regency era of Great Britain pada era 1811-1820, diapit diantara periode Georgian dan Victorian yg terdokumentasi lebih baik. Para artis dari Jenewa membutuhkan waktu dua hari untuk mengukir setiap dial, mulai dari menggambar pola ke atas dasar material emas putih, lalu menorehkan pola pola ke atasnya dengan berbagai jenis dan bentuk. Setelah selesai dengan permukaan dan dekorasi champleve, pembuat dial lalu menyempurnakan tekstur latar dan mengeksekusi sentuhan akhir dari keseluruhan dekorasinya . Semua proses itu membutuhkan kesabaran dan keahlian yg sangat tinggi. Pada tahap akhirnya , artis lainnya mengaplikasikan polesan akhir yg menjadikan dial ini tampil elegen dan berkilau.

Dibagian intinya terletak mesin mekanikal Kaliber 1403 buatan F.P. Journe yg sama mengesankan seperti muka dialnya. Mesin dari F.P. Journe Tourbillon Souverain adalah pencapaian teknikal yg paling mengesankan , dilengkapi dengan mekanisme gaya konstan yg pertama kali diciptakan di tahun 1983 dan sebuah sistem seconde morte mandiri. Fitur seconde morte ini adalah inovasi lain dari tradisi pembuatan jam tangan awal awal dan sangat jarang ditemukan pada arloji kontemporer, fitur ini menjamin jarum detik berhenti atau “mati,” sampai detik berputar penuh, menghasilkan pembacaan waktu yg lebih akurat pada subdial jam dan menit di posisi jam 3 dan subdial detik di posisi jam 6. Sebuah jendela bukaan tourbillon yg besar di posisi jam 9 juga tentunya merupakan sebuah penemuan horologikal dari era tersebut yg dipatenkan di tahun 1801 oleh Abraham-Louis Breguet, fitur ini dimaksudkan untuk mengkompensasi efek gravitasi dari sebuah jam saku. Melengkapinya , sebuah indikator status daya cadangan selama 42 jam hadri di posisi jam 12.

Sasis emas rose gold 18k dari Jam Tangan FP Journe Tourbillon Souverain Regence Circulaire berukuran diameter 40 mm dan ketebalan hanya 10 mm. Penutup sasis belakang mempunyai jendela dari kaca kristal safir yg menampilkan jreoan mesin, dengan banyak bagian yg terbuat dari emas dan dipercantik dengan garis garis membulat dibagian penghubungnya, pola gelombang Geneva pada pelat dasar, kepala sekrup yg dipoles dan sudutnya dihaluskan, serta pasak pasak yg membulat. Paket penjualan dilengkapi dengan sebuah tali jam kulit buaya berwarna coklat dan dibuat hanya sebanyak 20 buah , dibandrol dengan harga EU 171,000 atau setara dengan IDR 2,907,000,000 ( hampir 3 Milyar Rupiah ), arloji mewah ini hanya tersedia di butik F.P. Journe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *