Jam Tangan Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Perpetual Calendar Ultra-Thin

Audemars Piguet membuat kejutan besar pad pameran SIHH 2018 tahun lalu ketika mereka memperkenalkan model AP Royal Oak RD#2 Perpetual Calendar Ultra-Thin, sebuah arloji konsep yg mendapatkan titel sebagai jam tangan mekanikal otomatis dengan mekanisme kalender abadi tertipis didunia. Ketika diperlihatkan kepada pers di acara tahunan Geneva, belum dapat dipastikan apakah arloji ini akan melewati tahap pengembangan dan masuk kedalam tahap produksi regular. Pada awal musim semi ini, Audemars Piguet diam diam memperbarui model ini di situs resmi mereka dengan munculnya Jam Tangan Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Perpetual Calendar Ultra-Thin.

Sementara ketebalan dari arloji ini (6.3 mm) dan ketebalan mesin (2.89 mm) tetap sama seperti model konsep AP RD#2, AP meletakkan beberapa pembaruan estetika. Yg paling terlihat mencolok adalah absennya karateristik dial “Grande Tapisserie” yg merupakan ciri khas tampilan dari setiap jam tangan AP Royal Oak , hal ini dilakukan untuk menyediakan tampilan estetika yg lebih bersih dan jelas. Sementara warna muka dial dan subdial yg senada tetap berwarna biru, AP mengaplikasikan sentuhan satin ke permukaan dial. Daya baca yg teroptimasi adalah kunci bagi AP untuk perilisan kali ini , jadi subdial untuk hari, tanggal dan bulan pun turut diperbesar..

Faktor kunci lainnya yg berbeda dengan versi purwarupa adalah material yg dipakai untuk bagian sasis utama dan tali rantai jam. Dimana AP RD#2 dibangun seutuhnya dari bahan emas putih platinum 950,  untuk versi final ini AP mengkombinasikan bahan titanium dan platinum agar lebih nyaman dipakai. Tali jam ranti dan sasis terbuat dari bahan titanium ,sementara cincin bezel dan sambungan tali ranti terbuat dari bahan emas putih 950. Sama seperti kebanyakan desain Royal Oak, sasis utama diberi beberapa sentuhan akhir seperti polesan dan sikat satin. Fitur estetika lainnya yg juga menarik adalah hadirnya indeks marka penomoran dari emas putih dan jarum jarum Royal Oak yg diisi dengan bahan lume, peletakan indikator siang malam pada posisi jam 8 dan indikator tahun kabisat di posisi jam 4 yg simetris, serta sebuah tampilan fase pergerakan bulan pada posisi jam 12, merujuk kepada arloji Audemars Piguet perpetual calendar pertama yg lahir pada tahun 1955.

Jam Tangan Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Perpetual Calendar Ultra-Thin menggunakan mesin mekanikal otomatis Kaliber 5133 yg terdiri dari 250 bagian dan menyediakan daya cadangan operasi selama 40 jam. Ditawarkan dengan harga CHF 140,000 atau setara dengan Rp , arloji mewah ini hanya tersedia eksklusif untuk kalian beli di butik jam tangan Audemars Piguet resmi dalam jumlah terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *