Bisakah Jam Tangan Audemars Piguet Code 11:59 menandingi kesuksesan AP Royal Oak?

Bisakah Jam Tangan Audemars Piguet Code 11:59 menandingi kesuksesan AP Royal Oak?  Sudah satu tahun sejak diluncurkan AP Code 11:59 , Audemars Piguet menambahkan beberapa varian model baru dengan sasis dua warna dan dial berlapis pernis. Varian yg baru ini tersebar diseluruh rentang model AP Code 11:59 mulai dari versi otomatis dengan penanggalan sampai model model chronograph.

Koleksi Code 11:59 disebut sebagai peluncuran terbesar AP setelah Royal Oak di tahun 1972. AP Code 11:59 mengusung sebuah desain sasis baru yg dibekali dengan sebuah bezel berbentuk persegi delapan yg merupakan ciri khas warisan dari desain dari koleksi Royal Oak. Pada Code 11:59, bentuk oktagonal tampak pada bagian pertengahan sasis, sementara bentuk bentuk membulat diterapkan pada bagian bezel dan penutup sasis belakang.

Diantara elemen elemen khas dari koleksi AP Code 11:59 seperti kuping lug berdesain terbuka, yg segmen atasnya dilas kebagian bezel sementara segmen bawah dilas ke bagian penutup sasis belakang. Salah satu yg mendefinisikan estetika dari koleksi ini adalah kaca kristal safir depan yg menonjolkan profil “lengkungan ganda”. Permukaan internal berbentuk kubah, sementara permukaan luarnya dibuat melengkung secara vertikal mulai dari arah jam 6 sampai jam 12, sebuah desain optikal cekung dan cembung dimaksudkan untuk meningkatkan detail detail tampilan dial. Audemars Piguet telah meluncurkan 5 referensi baru dengan dial pernis asap yg dihiasi oleh pola pancaran sunburst dalam corak corak warna biru, burgundy, ungu, abu abu terang dan gelap dikedua kumpulan model otomatis dengan penanggalan dan chronograph otomatis.

Model otomatis dengan penanggalan menggunakan sasis 41-mm berbahan dasar emas putih 18k atauy variasi dua warna ( bagian tengah sasis emas rose gold 18k dan bezel , kuping lug dan penutup sasis belakang dari emas putih 18k). Sasis emas dwiwarna adalah hal yg jarang didalam kamus sejarah  Audemars Piguet. Perusahaan mengklaim kalau meraka hanya membuat 8 buah model dwiwarna dari sebanyak 550 buah arloji yg diproduksi dan dijual antara tahun 1882 dan 1969. Perpaduan emas putih dan rose gold memang jarang, hanya satu yg tercatat didalam arsip mereka sebelum tahun 1978.

Varian chronograph otomatis menggunakan mesin Kaliber 4302, sebuah mesin mekanikal otomatis dengan indikasi detik dan penanggalan yg berpindah seketika. Mesin ini dilengkapi dengan sebuah rotor putar dari bahan emas 22k yg mengisi penampungan daya cadangan selama 70 jam. Kelima model chronograph mempunyai konstruksi sasis dan material yg sama dengan model otomatis dengan tanggal.

Lima varian chronograph yg berikutnya digerakkan oleh mesin Kaliber 4401, sebuah mesin chronograph terintegrasi yg menggunakan sebuah roda didi kolom, kopling verttikal dan fungsi flyback, tampak melalui penutup sasis belakang transparan. Kedua mesin ini didekorasi dan diberi sentuhan “berkualitas tinggi” menggunakan teknik tangan seperti Côtes de Genève, bulir bulir membulat, satin sirkular dan sudut sudut yg dipoles dengan berlian.

Ketika tombol penekan reset dipencet, palu palu pemukul yg digerakkan oleh sebuah tuas operasi, memukul jantung chronograph untuk mengembalikan roda roda gigi dan jarum kembali ke posisi nol.

Model chronograph dwiwarna yg baru dibandrol dengan harga $42,400 atau setara Rp 636.000.000 dan varian 3 jarum dengan komplikasi penanggalan dijual pada harga $26.800. Koleksi Jam Tangan Audemars Piguet Code 11.59 hanya tersedia di butik butik arloji mewah resmi milik Audemars Piguet.

One Comment on “Bisakah Jam Tangan Audemars Piguet Code 11:59 menandingi kesuksesan AP Royal Oak?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *