Arloji Longines Spirit Collection

Tentunya banyak pecinta dan kolektor arloji bersejarah yg telah mengetahui akan keterkaitan yg erat antara Longines dengan sejarah penerbangan transatlantik yg dipiloti oleh Charles Lindbergh di tahun 1927. Tapi tahukah kalian bahwa Amelia Earhart dan Howard Hughes juga memakai arloji Longines dalam sejarah penerbangan mereka? atau penjelajah kutub Paul-Émile Victor memakai satu ketika dia melewati pegunungan es Greenland di tahun 1936? Untuk menyalurkan jiwa “spirit” petualangan dari para pelopor ini, dan menguak kembali sejarah Longines dalam membuat arloji yg kokoh dan handal, inilah misi utama dari koleksi  yg baru.

Disebut sebagai gambaran “fitur fitur tradisional jam tangan pilot yg dikombinasikan dengan kode kode dan garis kontemporer,” koleksi Longines Spirit membuat debut perdananya lewat 4 referensi yakni 3 model tiga jarum dengan komplikasi tanggal dan satu model chronograph. Kesemua arloji dibekali dengan sebuah kepala crown bongsor bergerigi , sebuah bezel ramping bertingkat dan cincin skala penunjuk menit dilingkar luar dial, penomoran Arabik besar dan indeks penanda jam berbentuk wajik, serta jarum jarum bergaya baton besar yg dilapisi bahan luminous , kesemua elemen ini diambil dari jam tangan pilot awal abad ke 20 buatan Longines dan pembuat arloji kontemporer lainnya.

Model Longines Spirit tiga jarum plus tanggal ditawarkan dalam pilihan varian ukuran sasis baja 40-mm dan 42-mm dengan sentuhan sentuhan tekstur sikat satin dan polesan. Ada dua opsi warna untuk muka dial yakni hitam matte dan butiran perak. Muka dial dilindungi oleh sebuah kaca kristal safir kubah dengan beberapa lapisan nonreflektif, sebuah jendela penanggalan diposisi jam 3 , logo Longines “jam pasir bersayap” pada posisi jam 12, dan 5 buah bintang diatas posisi jam 6, sebuah simbol tradisional dari Longines yg mewakili, pencapaian tertinggi akan kualitas dan kehandalan oleh mesinnya. Model model tiga jarum dengan tanggal terpasang ke lengan pemakainya lewat sepasang tali jam kulit coklat tua atau sebuah tali rantai baja dengan sentuhan satin dan poles.

Longines Spirit Chronograph sejauh ini hanya tersedia dalam satu jenis eksekusi, dalam sasis baja berukuran diameter 42-mm yg diberi sentuhan sikat satin dan poles dengan sebuah dial biru pancaran sunray dibawah kaca kristal safir kubah. Pada model ini , dial tricompax memiliki sebuah subdial penjumlah 30 menit diposisi jam 3, penjumlah 12 jam diposisi jam 6 dan detik berjalan di posisi jam 9 , jendela penanggalan dipindahkan ke posisi 4:30 dan simbol 5 bintang dipindahkan agak ke tengah, dibawah logo Longines yg ada diarea jam 12. Tali jam kulit biru dengan jahitan kontras bergaya pilot vintage, menyempurnakan dial.

Kedua versi Longines Spirit ditenagai oleh mesin mekanikal otomatis yg dibuat eksklusif untuk Longines oleh spesialis mesin Swiss ETA. Model 3 jarum plus tanggal diisi dengan mesin Kaliber L888.4 yg didasari oleh ETA A31.L11, dengan penampungan daya cadangan operasi yg cukup besar yakni 64 jam. Mesin yg mentenagai model chronograph adalah mesin Kaliber L688.4 yg didasari oleh mesin ETA A08.L01, dengan arsitektur roda gigi kolom dan penyimpanan daya cadangan selama 60 jam. Kedua mesin tersebut sudah mendapat sertifikasi sebagai chronometer oleh COSC dan dilengkapi sebuah per penyeimbang dari bahan silikon antimagnetik. Kedua mesin ini berdetak halus dan efisien dibalik penutup sasis belakang solid yg diukir khusus dan diamankan oleh 6 buah sekrup, memberikan daya ketahanan bawah air sampai kedalaman 100 meter.

Arloji Longines Spirit Collection ditawarkan dengan harga jual mulai dari CHF 2,000 untuk model 3 jarum 40mm, sampai CHF 2,100 untuk versi 42-mm, sedangkan edisi chronograph seharga CHF 2,900. Sebagai tambahan, Longines juga menawarkan paket “Prestige Edition” yg diberi tambahan tiga jenis tali jam. Koleksi Longines Spirit direncanakan mulai tersedia di toko jam tangan dan butik arloji terdekat kalian mulai bulan Juni tahun 2020 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *