3 Jam Tangan Mewah Patek Philippe Terbaru

Bagi para pecinta arloji mewah dan kolektor jam tangan mahal, ahli arloji berkomplikasi tinggi Swiss Patek Philippe meluncurkan  untuk tahun 2020 ini, setelah pada rencana awalnya mereka ingin meluncurkannya di tahun 2021 karena isu pandemi dan permasalahan ekonomi. Model yg pertama dan paling dinantikan adalah Ref. 5303R-001 Minute Repeater, jam tangan minute repeater pertama Patek Philippe berdesain terbuka yg mekanisme berdentangnya terletak pada sisi sasis, sedangkan dua model yg lainnya adalah versi reinterpretasi dari model Ref. 5370 Split-Seconds Chronograph dan Ref. 5270 Perpetual Calendar Chronograph.

Ref. 5303 Minute Repeater Tourbillon dalam balutan warna emas rose gold

Patek Philippe Ref. 5303 Minute Repeater Tourbillon adalah sebuah arloji mewah hasil modifikasi dari model edisi khusus yg hanya dibuat sebanyak 12 buah yg awalnya diperkenalkan di Singapura pada tahun 2019, Patek Philippe membangun arloji ini berdasarkan sejarah mereka dalam membuat jam tangan yg berdentang, yg dimulai sejak tahun 1845 dan mencapai level kompleksitas baru seperti model Grandmaster Chime. Jam tangan ini memiliki sasis emas rose gold 42-mm dengan inlay emas putih yg diberi motif ukiran pada bagian sisi samping sasis dan kuping lug, tanpa muka dial namun dibuat dengan arsitektur terbuka yg menguak palu palu pemukul dan gong dari mekanisme repeater dari bagian depan. Mesin mekanikal putaran manual kaliber R TO 27 PS, juga menyertakan sebuah komplikasi tourbillon, dengan sisi belakang kerangkanya yg dapat dilihat dibalik subdial detik kecil pada posisi jam 6.

Lewat sebuah penutup sasis belakang transparan, kalian dapat menikmati komponen komponen jeroan mesin yg didekorasi secara manual dalam gaya skeleton klasik. Pelat utama diberi bulir bulir bulat Geneva dan perlage, palu pemukul dari mekanisme dentang juga diberi sentuhan satin melingkar. Tombol geser yg berfungsi mengaktifkan repeater, disisi sebelah kiri sasis, juga turut diukir dengan motif daun. Cincin menit dari bahan safir yg dilapisi pernis berwarna hittam disekelilin dial terbuka ditembus oleh marka marka penanda waktu rose-gold, yg disempurnakan dengan sepasang jarum berlapis pernis berbentuk daun berongga yg juga berwarna hitam. Jam tanggan ini terpasang ketangan pemiliknya melalui sepasang tali jam kulit buaya yg dijahit secara manual oleh tangan.

Model yg kedua adalah Patek Philippe Ref. 5370P Split-Seconds Chronograph dalam balutan sasis platinum dan sebuah dial enamel biru Grand Feu, dipercantik dengan penerapan marka penomoran bergaya Breguet dan jarum jarum berbentuk daun dari bahan emas putih 18k. Cetakan berwarna putih diterapkan pada alur subdial penjumlah diposisi jam 3 dan jam 9 serta skala tachymeter dilingkar luar dial. Fungsi stopwatch dikontrol lewat dua tombol penekan dan sebuah tombol dibagian kepala crown,yg berfungsi untuk mengaktifkan jarum rattrapante.

Ref. 5370P Split-Seconds Chronograph dalam bahan platinum dengan dial enamel biru Grand Feu

Dibalik penutup sasis belakang safirnya berdetak mesin mekanikal chronograph putaran manual Patek Philippe Kaliber CH 29-535 PS yg pertama kali membuat debutnya pada tahun 2009 lewat sebuah model jam tangan wanita yakni Ref. 7071. Mesin ini melampaui kaliber berbasis Lemania yg dulu dipakai Patek Philippe sejak awal mulanya, dilengkapi dengan sebuah roda gigi kolom dan kopling horisontal, bersama 6 rekaan paten termasuk profil gigi yg teroptimasi roda dan palu reset dengan penyesuaian otomatis. Berdetak pada kecepatan 28,800 vph dan menampung daya cadangan selama 65 jam tanpa mengaktifkan chronograph. Sama seperti semua mesin buatan Patek, mesin ini dihiasi dengan dekorasi dekorasi yg layak sebelum itandai dengan segel Patek Philippe. Dilengkapi dengan sepasang tali jam kulit buaya biru, model ini dibandrol dengan harga jual $263,093.

Mengkombinasikan komplikasi kalender perpetual dengan fungsi chronograph adalah keahlian Patek Philippe , beberapa pembuat arloji lainnya bahkan masih berusaha untuk dapat masuk kedalam wilayah ilmu horologi tingkat tinggi itu dan salah satu yg paling populer adalah model Ref. 5270, yg diperkenalkan di tahun 2018 dalam balutan sasis platinum dan emas rose gold. Tahun ini ,Patek menggunakan bahan emas kuning klasik, yg dipadukan dengan sebuah dial perak opaline. Jarum jarum berbentuk daun juga terbuat dari emas kuning, menyapu mengelilingi muka dial yg tata letak tampilannya tersusun dengan elegan, hari dan bulan pada jendela dibawah jam 12, subdial pada posisi jam 3 dan 9 untuk penjumlah menit dan detik berjalan, dan sebuah kombinasi penanggalan analog /fase bulan diposisi jam 6, dengan lubang bukaan siang malam dan indikasi tahun kabisat mengelilingi kedua sisinya. Sebuah skala tachymeter menempati sudut lingkat luar dial.

Ref. 5270J Chronograph Perpetual Calendar dalam bahan emas kuning

Berdetak didalam sasis berdiameter 41-mm adalah mesin mekanikal kaliber CH 29-535 PS Q yg menggabungkan semua atribut dari mesin chronograph split seconds diatas dengan sebuah mekanisme kalender yg sangat tipis hanya setebal 1.65 mm dan dibangun dari 182 bagian. Patek Philippe Ref. 5270J Chronograph Perpetual yg bagian penutup sasis belakangnya dapat dipertukarkan, ( transparan dan solid ) dilengkapi dengan sepasang tali jam kulit buaya dengan kait lipat , harganya adalah $168,970 atau sekitar Rp 2.5 Milyar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *