Arloji Omega De Ville Tourbillon Numbered Edition

Ketika kalian memikirkan Omega, apa hal pertama yg langsung terbesit dipikiran kalian? James Bond, pendaratan di bulan? Olimpiade? Apapun itu, besar kemungkinan bukan kata tourbillon. Namun, jika kalian melihat kembali sejarah panjang Omega, kalian akan menemukan cukup banyak pencapaian yg signifikan didalam bidang horologikal. Adalah Omega, sebenarnya yg pertama menciptakan jam tangan dengan mekanisme tourbillon kembali ke tahun 1947. Hampir 50 tahun kemudian, di tahun 1994, merek pembuat arloji asal Swiss ini memperkenalkan jam tangan tourbillon bermesin otomatis dengan sebuah kerangka tengah , dan melanjutkannya satu dekade kemudian dengan jam tangan tourbillon bersertifikasi chronometer yg pertama. Minggu ini, Omega meluncurkan pencapaian terbaru mereka yakni sebuah arloji tourbillon bermesin putaran manual yg telah melewati standar ketat sertifikasi Master Chronometer.

Sasis 43-mm dari Arloji Omega De Ville Tourbillon Numbered Edition mengkombinasikan dua bahan logam mulia campuran yg menjadi ciri khas dari Omega. Badan sasis bersama logo di kepala crown dan logo pada kepala gesper terbuat dari bahan emas Canopus 18K, sebuah bahan emas putih campuran dengan kadar kecemerlangan tertentu, sementara bagian bezel , lug dan penutup sasis belakang terbuat dari bahan emas Sedna 18K, yg adalah bahan emas rose gold campuran yg dikembangkan sendiri oleh Omega yg memanfaatkan bahan tembaga dan palladium. Muka dial, juga dibangun dari bahan emas  Sedna, diberi sentuhan sikat sunbrush dan lapisan PVD hitam. Pada bagian tengah dari dial terletak sangkar tourbillon, yg sudut pinggirannya dihaluskan dan dipoles, terbuat dari bahan titanium hitam yg dikeramisasi.

Bagi kalian yg kurang familiar dengan atribut dari mesin Omega bersertifikasi Master Chronometer, apa yg membedakannya adalah tingkat ketahanannya terhadap bidang magnetik yg masih paling tinggi didalam industri. Ini artinya, mekanisme pelolosan dari komplikasi tourbillon, yg membuat satu revolusi penuh per menitnya, yg juga menjadi indikator detik berjalan, dapat terus berputar bahkan dibawah pengaruh bidang magnetk sampai dengan 15,000 gauss , ini adalah yg pertama di industri. Jarum jarum jam dan menit yg dipotong facet tampil mengambang dibawah rangka tourbillon dimaksudkan agar terlihat misterius.

Sebuah jendela dari kaca kristal safir pada bagian penutup sasis belakang menyediakan akses tampilan kedalam jeroan mesin Omega Co-Axial Master Chronometer Kaliber 2640, dan pelat utama serta pengghubung penghubung yg didekorasi dengan cantik, terbuat dari bahan emas Sedna yg sudut sudut mekengkungnya dihaluskan dan dipoles secara manual oleh tangan. Yg juga tampak pada bagian belakang mesin adalah sebuah indikator berbentuk busur untuk status daya cadangan mesin selama 72 jam atau 3 hari.

Paket penjualan Arloji Omega De Ville Tourbillon Numbered Edition dilengkapi dengan sepasang tali jam kulit berwarna hitam dan dilindungi garansi selama 5 tahun. Dibungkus oleh sebuah kotak presentasi khusus bersama dengan sebuah tas kecil dan sebuah perangkat pemutar pengisi daya , dijual dengan bandrol harga $168,000 atau setara IDR 2,520,000,000 , dan rencananya akan mulai tersedia pada bulan Juli 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *