Arloji Doxa SUB 200 T-Graph

Doxa kembali aktif didalam industri arloji beberapa tahun terakhir ini, mengusung sekumpulan jam tangan diver yg terinspirasi oleh gaya vintage dari koleksi mereka yg terdahulu. Dikenal akan karakteristik muka dial berwarna jingga , Doxa dulunya sangat populer didalam komunitas selam pada era tahun 1960an dan 70an berkat produk produk jam tangan diver mereka yg kokoh. Dan kini dengan trend arloji neo-vintage yg sedang melanda pasar, Doxa sukses menciptakan model SUB 300 Black Lung dan yg paling baru adalah Arloji Doxa SUB 200 T-Graph.

Pada pameran Baselworld tahun ini, Doxa merayakan ulang tahun ke 130 mereka dengan membangkitkan model SUB 200 dalam bahan baja. Namun tajuk utama dari Doxa di Baselworld lebih didominasi oleh model lainnya yakni Doxa Sub 200 T.Graph dari bahan emas kuning 18 karat yg ditawarkan dengan bandrol harga $70,000. Hal tersebut tidak menyurutkannya untuk meraih nominasi GPHG 2019 dalam kategori Challenge ( untuk arloji dibawah harga CHF 4,000).

Awal mulanya diluncurkan pada tahun 1967, konsep Doxa SUB dianggap oleh banyak orang sebagai jam tangan selam pertama yg sejatinya dirancang untuk kebutuhan tsb dan tersedia untuk umum. Disamping tahan air hingga kedalaman 200 meter, model ini menjadi jam tangan Doxa pertama yg menggunakan bezel putar satu arah paten dengan indikasi ganda untuk waktu penyelaman dalam hitungan menit dan kedalaman dalam satuan meter untuk mencegah terhentinya dekompresi agar dapat kembali ke permukaan dengan aman. Doxa SUB langsung dapat dikenali seketika karena dialnya yg berwarna jingga, ini juga merupakan arloji penyelam pertama yg kontras berbeda dengan dial berwarna hitam atau putih konvensional yg ada pada saat itu.

Doxa SUB 200 yg baru masih tetap merupakan arloji penyelam 3 jarum yg terbuat dari bahan baja 316L dan memiliki daya tahan bawah air sedalam 200 meter. Dengan dimensi diameter 42 dan ketebalan 14 mm, ditutup oleh sebuah kaca kristal safir yg menggantikan kaca plexiglass kubah yg dipakai pendahulunya. Ditawarkan dalam beragam pilihan warna dial dengan jarum jarum berbentuk baton ( pentungan ), indeks marka penunjuk waktu dan marka bezel, yg kesemuanya dilapisi dengan bahan Super-LumiNova warna beige “Light-Old Radium” untuk menguatkan kesan karakter vintagenya. Sebuah jendela penanggalan dengan cakram tanggal berwarna putih ditempatkan pada posisi jam 3.

Jam tangan ini digerakkan oleh mesin mekanikal otomatis ETA 2824-2 dengan daya cadangan operasi 42 jam. Dipadukan dengan tali jam rantai bulir beras yg unik yg juga terbuat dari baja 316L dan tersambung lewat sebuah kait lipat dengan perpanjangan ekstensi diver.

Model standar Arloji Doxa SUB 200 T-Graph tersedia dalam warna hitam, jingga, turquoise, perak ,kuning dan biru aan segera tersedia pada bulan November tahun ini. Dibandrol dengan harga jual $950 untuk opsi tali jam karet dan $990 untuk opsi tali jam rantai. 130 buah versi edisi terbatas dalam rangka perayaan ulang tahun mereka yg ke 130 juga direncanakan mulai tersedia pada bulan Oktober dengan harga $1,190 yg setara dengan Rp 17,850,000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *